Perempuan dihadapanku tertunduk diam, sesekali terdengar ia menghela napas panjang. Aku mengenalnya, sudah lebih dari seperempat abad dia lah orang yang aku hormati dengan sebutan 'kakak'. Ya...kakak sekaligus anak perempuan kesayangan dikeluargaku, semua hal yang dia ingini tercapai. Semuanya. Tak ada yang bisa atau tega menolak keinginannya.
Hidupnya nyaris sempurna, dengan fisiknya yang rupawan tak satupun pria akan menyerah untuk mendapatkannya, prestasi yang ia punya sangat cemerlang, karirnya yang sekarang pun dengan mudah diraihnya. Suami? jangan ditanya, ia beruntung mendapatkan kak Arif, pengusaha muda,alim, tampan, dan sukses.
Hidupnya nyaris sempurna, dengan fisiknya yang rupawan tak satupun pria akan menyerah untuk mendapatkannya, prestasi yang ia punya sangat cemerlang, karirnya yang sekarang pun dengan mudah diraihnya. Suami? jangan ditanya, ia beruntung mendapatkan kak Arif, pengusaha muda,alim, tampan, dan sukses.
Ah...aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengannya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa, bahkan berjalan pun aku membutuhkan kursi roda. Dan dari dulu selalu begitu, aku tak akan mampu dibandingkan dengannya.
Tapi, lihat dia sekarang. Kakakku yang dulu kukenal kuat kini duduk dengan lemahnya di depanku, sudut matanya basah, sesekali ia memberanikan diri menatapku dan mencoba tersenyum, tapi yang tampak hanya raut muka cemas dan kalut.
Tangannya yang pucat berulang kali mengelus perutnya yang tampak membuncit.
Tangannya yang pucat berulang kali mengelus perutnya yang tampak membuncit.
"Apa mas Arif tau?" tanyaku akhirnya, suaraku jelas terdengar berat. Perempuan dihadapanku mengangguk pelan
"Mas Arif tau, dan ia tak peduli lagi dengan kakak" ucap kakak lirih menahan tangis,"Mas Arif pergi.."
Aku terdiam. Ah ya...wajar saja, pria mana yang masih mau bertahan jika istrinya tidur dengan pria lain, hingga akhirnya tumbuh janin di perut si istri..??
Aku memandang kakak kasihan, hatiku bergejolak, sedih, kesal, malu, dan marah bercampur jadi satu. Wanita jalang! batinku akhirnya.
"Mir..." sebuah suara memanggilku pelan, suara yang tak hendak kudengar. Suara dari seorang pria bajingan yang sudah menghamili kakakku.
Aku menatapnya nanar, tanganku sudah gatal ingin menampar pipinya keras-keras.
Aku menatapnya nanar, tanganku sudah gatal ingin menampar pipinya keras-keras.
"Mir, bayi ini butuh bapak" ucap laki-laki itu pelan, aku masih diam. Apa maksudnya?? hatiku mulai berontak. Tangisan kakak terdengar pelan sekali. Aku masih diam memandang keduanya, hampa, aku tak mampu berpikir lagi.
"Mir, bayi ini tak mungkin lahir tanpa aku" ucap laki-laki itu lagi seraya mengusap perut kakak.
JDEERRR..! kalimat itu seperti sebuah pisau panas yang menancap dijantungku, ya...tepat dijantungku!! Dan entah bagaimana benteng pertahananku akhirnya roboh, airmataku jatuh, mengalir dan tak dapat kutahan, aku tak kuat ya Tuhaaan, pekikku.
JDEERRR..! kalimat itu seperti sebuah pisau panas yang menancap dijantungku, ya...tepat dijantungku!! Dan entah bagaimana benteng pertahananku akhirnya roboh, airmataku jatuh, mengalir dan tak dapat kutahan, aku tak kuat ya Tuhaaan, pekikku.
"Mir..."
Aku berusaha memandang laki-laki itu lagi, laki-laki yang 5 tahun ini aku sayangi, laki-laki yang karna kekuranganku keinginannya untuk memiliki anak pupus, dialah SUAMIKU.
"Baiklah kalo itu maumu Mas, silahkan nikahi kakakku. Tapi tolong.. ceraikan aku dulu, aku tak sanggup di madu" ucapku akhirnya.
Dengan payah, aku berpindah ke atas kursi rodaku. Sejenak kudengar mereka memanggilku, aku tak perduli, hatiku sudah hancur tak bersisa.
Dengan payah, aku berpindah ke atas kursi rodaku. Sejenak kudengar mereka memanggilku, aku tak perduli, hatiku sudah hancur tak bersisa.
TE, 03 Mei 2011
Enjoy this life !
With ♥,
maaf nih ngomong2 ane dah dapet follow baliknya belom ya klo belom ditunggu ya amin
BalasHapusshokiiiing deh mbak, kirain yg hamilin siapa...
BalasHapusnice story, salam :)
ya ampun ceritanya.. tragis banget rez
BalasHapusyaah koq suaminya menghamili kakaknya sih.. ckckck..
BalasHapusberarti suaminya nggak tulus mencintai istrinya tuh.. emang pantes buat diceraikan.
aw aw aw......
BalasHapusweeeeeeew.. klo aku yang jadi Mir... hanya ada satu kata untuknya KILL ME NOW..!!! :(
BalasHapusHaiyah, ternyata...*shocked*
BalasHapusJudulnya juga udah kontroversial gitu, hehe
hmmm kirain ending gmn,,ternyata ??? sepp mantep juga
BalasHapus@warsito okeh,. segera aku kunjungi balik
BalasHapusmksh dah mampir :D
@Retno Novitha S iy, sama-sama
mksh dah mampir yaaa :D
@Djangan Pakies iy bener pak, jangan sampe terjadi ke kita atau keluarga kita, amin
@Fitria Agustina iy mb, gak tau dpt inspirasi drmn,hehe
Wah tokohnya Arif(kayak aku)hehehehe .... Naudzubillah..... semoga ini cuman cerita aku bacanya merinding sobat........
BalasHapus@Gaphe iy kak...pantes ny ke laut aje..hehe
BalasHapus@zone aw? iklan makanan tuuhh...hehe
@Yhantee sama mb. aku jg pasti begitu... :(
BalasHapus@Claude C Kenni,@SOFYAN hehe :)
@Arief Bayoe Sapoetra amiiin, semoga gak jadi nyata, ini cuma cerita kak
:)
oiy, maaf namanya aku pake, gk sengaja kok .hehe
asswrwb... waduhh moga2 cerpen ini tdk pernah terjadi pd diri kita...Amin.
BalasHapusloh, jujur, beneran, bukan aku pelakunya...
BalasHapusehehehehe
keren mbak... :)
aduh duh,,,
BalasHapus::: nuansa mendadak hening...
::: mendadak juga jadi suram.... T_T
duh.... kalo kejadian beneran hubungan persaudaraan bisa berantakan...
BalasHapuspinter2 jaga iman kita aja...
uh, kasihan sekali, untung cuma cerita fiktif
BalasHapussobat, aku cuma mau kabarin kalau blogku yang lama terhapus jadi aku pindah kesini http://langitsahabat.blogspot.com
BalasHapusending yang tak terduga..tragisgisgiss...
BalasHapusceritanya seru, sungguh tragiisss...
BalasHapusAku pikir gi ngontes Rez he he
BalasHapuskisah yang sangat tragis, seperti film2 korea ...
BalasHapuskayak di sinetron-sinetron B)
BalasHapusjaman sekarang emang sudah edan,,, istri ada koq,,, haduh haduh,,, kudu hati2 tuh,, neng-neng, mba' mba',
BalasHapuswaaaaaaaah ceritanya bagus bangettttt :'( *ikut sedih*
BalasHapusending nya sadis, tapi maaf ya, jujur, ketebak... tipikal yg kalau dibuat sinetron bikin penontonnya nangis bombay
BalasHapuskalau digali lagi temanya pasti lebih menarik
misalnya, kejutkan lagi pembaca dengan cara memberi tahu bahwa tokoh aku yg bercerita itu adalah hantu yg mati karena bunuh diri, atau lainnya, atau lainnya... :)
endingnya ga terbayangan....
BalasHapushadoohh, sadis bgt tuh laki2 perlu dikasi pelajaran..
BalasHapusbgs banget Ka, soalnya aku jd esmosi jg bacanya.
memang tragis banget ceritanya, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi jika kita tidak jaga jarak dengan saudara ipar. Karena sebenarnya dia bukanlah mahram kita. Dalam sebuah penggalan hadits yang shahih, suatu ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wa salam pernah ditanya shahabat:"........ bagaimana dengan al-hamwu (saudara ipar) ya Rasulullah? Rasul menjawab: Al-Hamwu al-maut (saudara ipar adalah kematian).
BalasHapusKita memoohon kepada Allah agar terhidar darinya. Kisah hikmah bagus yang harus diambil pelajaran.
oo...ini cerita tok toh...tak kirain beneran...tapi di zaman sekarang ini kejadian kayak gitu bisa saja terjadi
BalasHapusduuh..sedih banget ceritanya...:((
BalasHapushmmm ceritanya mengejutkan... jadi berasa gimana gitu...
BalasHapusceritanya sedih :'( aku gak bisa bayangkan klo ada posisi seperti dia gak tau gimana hancurnya aku
BalasHapuswaduuuh kalo aku ketemu laki laki macam itu, mungkin sudah kutebas lehernya, hingga jatuh ke lantai kepalanya!!!
BalasHapustega banget gitu....
waddoooh.... kaget, kirain beneran.. hehehe
BalasHapuswalaupun cuma fiksi, ngenes bacanya..
mudah2an tak terjadi di dunia nyata...
duh kebanyakan cerita pendek yang kaya gini selalu aja bikin haru biru, btw bagus juga ceritanya
BalasHapusceritanya gak bisa ditebak nih, kereenn.., :) , salam kenal yah,
BalasHapussingkat tapi ga ngurangin ke-awsome-an dan luapan emosi yang tercipta saat baca cerita ni..
BalasHapuslove tragedy...it sucks,but selalu ada hikmah lebih tiap baca cerita model begitu ketimbang cerita yang happy ending...tapi bukan berarti yg happy ending ga banyak yang suka...
5 thumbs up!!! Sugoi!
nb: kalo ga keberatan tlg folback y sist.. thx..