13 Juli 2011

Balada Wati

Wati, sudah kubilang kan?
tak perlu kau cari uang hingga ke negeri seberang
cukup di sini, di kampung ini
jalani hidupmu jadi bini petani
cukupi anak-anakmu dengan banyak asi dan menjaga hingga mereka besar nanti

apa yang kau cari Wati?
uang? barang? perbaikan kehidupan? atau sekedar ikut-ikutan?
tak bisakah kau cari rejeki di negeri sendiri
negeri yang mereka sebut 'tanah surga', tempat para konglomerat menumpuk harta
tak apa jika kau harus berpanas disawah, dari pada jadi babu dirumah-rumah mewah

jangan pergi Wati, tetap disini
dengan apa kau disana cari uang?
dengan kemampuan menanak nasi? mengasuh bayi? atau dengan menjual diri?
ah ya...tubuh kampungmu pasti laku untuk dijual
dan dijadikan sumber pelampiasan bagi para majikan

untuk apa kau pergi 
Wati,
tak dengarkah kau berita ruyati? yang dihukum mati karna pembunuhan
ya, katanya itu aksi pembelaan, tapi mereka bilang itu perbuatan setan
tak pelak, tak ada kata ampunan
maukah kau seperti itu?
jadi pahlawan devisa bagi negeri, tapi kemudian 'sendirian' saat kau menghadapi kasus tuntutan

sudah kubilang 
Wati
kubur impianmu untuk pergi
tetaplah disini
apa?? ingin seperti sarmini?
jangan mimpi 
Wati! yang kau tau cuma bisa menanak nasi, kau bahkan tak kenal bahasa atau cara menulis nama
ah 
Wati, mungkin kau terlalu lugu, sudah lelah aku memberitahumu

...
Wati...apa kubilang
lihat dirimu yang sekarang
kau pulang membawa badan tinggal tulang, luka-luka lebam di mukamu jadi tontonan
mana uang yang kau janjikan?
mana perbaikan kehidupan yang kau bilang?

haha...
kau sekarang jadi beban 
Wati sayang
ah, mungkin berita tentangmu layak untuk dijual
atau dijadikan pembelajaran, bahwa jadi buruh imigran tak selalu seindah yang dibayangkan
hadapilah kenyataan 
Wati sayang
sekarang, kau cuma bisa tergolek lemah di atas ranjang
menunggu ajal menjemputmu datang, dan aku akan jadi yang pertama tertawa atas penderitaanmu sayang...


Argghh..!
Wati terbangun dari tidurnya, napasnya terengah-engah dengan keringat bergulir di wajahnya. Mimpi itu lagi,bisiknya takut. Mimpi yang sama dengan malam-malam kemarin. Wati meringis pelan, diliriknya sebuah tas besar di dekat pintu. Besok, ya...besok ia dan beberapa ibu kampung lain akan berangkat, mendaftar jadi tenaga kerja melalui calo di jakarta. Dada Wati berdebar ketika mengingat mimpi-mimpinya beberapa hari ini, seperti sebuah peringatan untuk mencegahnya pergi.
Hujan lebat disertai angin kencang mulai terdengar dari luar, dan seperti biasa rumahnya yang reot mulai berderit disana sini. Ia berangsut mendekati kedua putrinya yang tengah tertidur lelap di atas tikar tak jauh darinya.
tes..
tes..
setitik air jatuh disamping si bungsu, Wati mendongak, terlihat beberapa air hujan menetes dari atap yang berlubang. Ia menelan ludah, dan kemudian membelai lembut rambut ke dua putrinya,
"Emak janji. Emak pasti kembali bawa uang banyak buat kalian, buat kita. Emak juga akan bawa baju-baju bagus, dan kita bakal pindah ke rumah yang lebih besar" tutur Wati pelan, seraya menyelimuti mereka dengan satu-satunya kain dirumah itu. "Apapun yang terjadi, Emak akan lakukan apapun demi kalian, Nak" lanjut Wati kemudian.
Jam di dinding bergerak ke arah jam 2 pagi, ketika Wati mencoba membuang semua rasa takut dan ragunya, ia pun kembali mencoba untuk tertidur dengan asa yang menggunung dipikirannya.


note : Ternyata fiksi yang aku buat ini mirip dengan tulisannya bang Arief yang ini. Makanya nama tokohnya langsung aku ganti, dari Surti ke Wati. Maaf ya Bang, Suer...! Bukan nyontek. Bener" gak tauuu.... !!
(_(_(_)
------------------------------------------------------------------------------------------------

Enjoy this life !
With ♥,

35 komentar:

  1. Sedih banget ceritanya namun kenyataan yang banyak kita temui di sekitar kita, aku juga pernah posting tentang ini dalam bentuk cerpen disini http://batakata.blogspot.com/2011/02/surti.html

    BalasHapus
  2. Waduh saya jadi nggak enak mbak, nggak papa lagi mbak,inspirasi memang begitu lagu nya artis aja banyak yang mirip & judulnya juga kadang ada yang sama, yang jelas kita2 semua disini tujuannya berbagi & menginspirasi,,,, maafkan saya mbak kalau ada salah kata,,, sungguh nggak bermaksud apa2, sungguh mbak maafkan saya jika sekiranya komentar saya tadi nyinggung mbak bukan maksud saya mbak. mohon dimaafkan atas segala khilaf saya

    BalasHapus
  3. salam kenal sobat...

    BalasHapus
  4. ooh...pantes...tadi keknya baca Surti, pas balik lg mo komen kok jd Wati, alhamdulillah aku blm amnesia berarti ya hihihihi

    BalasHapus
  5. @Arief Bayoe Sapoetra wah..gpp jg bang. gak ad omongn yg bikin sakit hati kok,
    kalo tulisan qt djadiin buku kykny seru tuh bang. ngehehhe
    =D
    @Mas kholiq salam kenal balik mas =)
    @Orin enggak kok mb, benerr baca ny
    =) =)

    BalasHapus
  6. iya iya percaya koq ga sengaja mirip... hahahha.... btw wati tuh siapa yah?

    BalasHapus
  7. Hmmm...bagus dek...

    Di tengah hiruk pikuk negara yg 'kadang hanya sekedar iklan membahas pahlawan devisa',cerpen ini sangat baik untuk membangkitkan sisi peduli kita yg kadang mati suri...

    Terus berkarya dek^^

    BalasHapus
  8. Hadeuhhh...komennyo ilang nah

    Bagus dek,di tengah hiruk pikuk negara yang kadang terlihat 'hanya beriklan' membahas perihal nasib pahlawan devisa,cerpen gini bisa bantu kita tersadar dari mimpi nggak selamanya kita hanya jadi penonton,minimal sisi peduli kita bangkit.

    Terus berkarya,dek^^

    BalasHapus
  9. Hikz.. kadang itu sbuah pilihan ya yg sulit untuk tak diambil.

    jd ga tw mo komen gmn :(

    BalasHapus
  10. astagaaaaa. ini diksinya keren bangeeeeeeet. banget banget. aku juga pernah nulis hal yang mirip. tapi yang aku tulis tentang Lastri. haha pasti ketebak isinya apa. ini keren banget kamuuuuuuuuuuu >.<

    http://galaksipungky.blogspot.com/2011/05/untuk-dia-yang-namanya-disamadengankan.html

    BalasHapus
  11. Permisi,,
    Kunjungan pertama nie,,
    link anda sdh tersimpan cantik di t4 saya.. tlng link saya ya.. makasi..

    BalasHapus
  12. makasi kakak dah mampir ke blog saya

    postinganya bagus,,mengena banget sama situasi para TKW qt sekarang ini

    BalasHapus
  13. @NuellubiS wati ituuu...orang.ngahaha...cuma fiktif kok!
    @Putri Baiti Hamzahhuaaa...mokasih yuk pujiannya. jd tmotivasi
    =D
    @Dhejgn nangis dong.cupcupcup
    @Pungkywah3x...beneran ya??*jingkrak2*
    maksih yaa...ni jg baru bljar, biar nulisnya bs jago kyk kamu
    =D
    @Cikal ananda okeh. mksh sudh mampir...nanti dkunjungi balik y =)
    @Afrilita Pandan Dici siiip.
    makasihh dah mampir y
    =)

    BalasHapus
  14. bacanya bikin mengaduk-aduk emosi. coba kalo postingan ini dijadikan cerpen mbak, pasti bagus banget :D

    BalasHapus
  15. penggambaran yang sesuai dengan apa yang terjadi di kenyataan :D

    BalasHapus
  16. semoga saja nasob wati tak seperti yang lain pulang hanya bawa nama :D

    BalasHapus
  17. wahh pada jago bikin cerita fiksi yachh...keren lochhh

    BalasHapus
  18. Tapi ada juga kok yang pulang bawa gelar sarjana dan nggk lebam...

    Tapi mungkin yang lebam lebih banyak ya? Ku harap takkan ada lagi.

    BalasHapus
  19. Untung bukan Ratnawati, hehehe... kayaknya terinspirasi dari lagu yang sama. tapi keliatan kok kalo ciri khas kalimatnya beda

    BalasHapus
  20. oktaaaaaaaaa,,, lama gk kesini.. update update update..

    BalasHapus
  21. hehehe kok bisa mirip ya??
    pasti kebetulan...
    dunia ini kan serba ajaib!

    BalasHapus
  22. lihat versi om arief aaaah

    BalasHapus
  23. Ceritanya bagus banget.. soal para TKW aku sungguh sangat prihatin dg nasib yg menimpa mereka di luar negeri dan sayangnya tak banyak yg dilakukan pemimpin bangsa ini tuk melindungi mereka.

    BalasHapus
  24. Keren nih buat nyentil pemerintah yang gak ngurusin TKI-nya, padahal devisa negara. Kenapa nunggu ada suara rakyat dulu baru bertindak, pemerintah kita aneh emang.. :)

    BalasHapus
  25. ceritanya bagus bgd..... good job....

    BalasHapus
  26. Puisi wati nya bagus banget Ka...
    Walaubagaimanapun keadaannya, negeri sendiri jauh lebih nyaman ya :)

    BalasHapus
  27. kasian orang2 yg terpaksa jauh dari keluarga, kerja penuh resiko di tempat jauh karena kesempatan kerja di negara sendiri kurang banget :(

    BalasHapus
  28. Assalamualikuum,.
    berkunjung lagi untuk lebih dalam lagi mengartikan tulisan,.

    nice,,. sungguh postingan yang bagus,.

    BalasHapus
  29. Assalamualikuum,.
    berkunjung lagi untuk lebih dalam lagi mengartikan tulisan,.

    nice,,. sungguh postingan yang bagus,.

    BalasHapus
  30. wah....kok gak happy endinng ya.....by the way i like it so much

    BalasHapus
  31. cerita yang bagus...sangat menarik

    salam kenal

    BalasHapus
  32. tulisan yang bagus..menarik untuk selalu dibaca...


    salam kenal

    BalasHapus

Silahkan berkomentar apapun. No Spam please! ^^